Saturday, May 4, 2019

Raja Nyamuk Penghisap Darah Manusia (Part.Tamat)

CeritaSakti.com - Maka semenjak saat itu, Raja Nyamuk yang telah meminjamkan darah ajaibnya berubah menyusut menjadi kecil, sedangkan Si Manusia yang menerima darah ajaib raja nyamuk berubah tubuhnya menjadi besar.


Raja Nyamuk (Tamat)

Si Manusia merasa sangat senang dengan pemberian hadiah dari kawannya tersebut. Si Manusia kini mulai menikmati kondisinya memiliki tubuh besar.




Dapat memanjat pohon kelapa tanpa bantuan Si Jerapah lagi untuk memanen buah kelapa muda yang airnya terkenal segar, memeras susu Si Sapi menggunakan kedua tangannya sendiri.

Sekarang Si Manusia bisa melakukan segala hal apapun tanpa memerlukan bantuan Raja Nyamuk dan sahabat-sahabatnya lagi.

Namun sifat sombong muncul padanya, Si Manusia tak henti-hentinya memeras susu sapi, hingga Si Sapi mengeluh pada Raja Nyamuk.

Begitu pun Si Domba juga melaporkan hal yang sama pada sang raja nyamuk, domba kecewa terhadap manusia, bulu-bulunya habis dicukur untuk membuat selimut, baju hangat, dan tas.

Mendengar keluhan rakyatnya, Raja Nyamuk mulai gelisah terhadap perubahan tingkah laku sahabatnya Si Manusia. Nyamuk merasa bersalah di dalam hatinya karena telah meminjamkan darah ajaibnya.

Hari kedua setelah Si Manusia meminjam darah ajaib nyamuk, kelakuannya semakin menjadi-jadi. Kekacauan pun tak terelakkan di lingkungan istana Raja Nyamuk. Semua hewan mengeluh atas kesombongan dan ketamakan Si Manusia.

Mereka lalu mengadakan rapat yang tak dihadiri Si Manusia, semua hewan mendesak agar Raja Nyamuk menghukum manusia. "Hai rakyatku..kalian janganlah merisaukan kelakuan Si Manusia..dia adalah sahabatku..besok akan kuminta kembali darah ajaibku yang pernah kupinjamkan padanya..".

Keesokan hari, tepatnya hari ketiga setelah Raja Nyamuk meminjamkan darah ajaibnya, nyamuk pun mencari-cari Si Manusia, ia berniat meminta kembali apa yang telah dipinjamkannya tiga hari yang lalu.

Akan tetapi setelah seharian hingga petang hari menjelang, tak kunjung terlihat juga batang hidung sahabatnya tersebut.

Sang Raja Nyamuk lalu bertanya pada Si Jerapah, "Apa kau melihat sahabatku Si Manusia..hai jerapah?". Si Jerapah pun menunjuk ke arah sisi tepian hutan rimba, "Si Manusia berada di tepian hutan..dia sedang menunggangi Si Sapi dan mencambuknya agar mau membajak tanah" jawab Jerapah.

Raja Nyamuk terkaget sekaligus sedih mendengar kelakuan sahabatnya tersebut. Tanpa bertanya lagi nyamuk bergegas pergi menuju tepi hutan, dimana terlihat Si Sapi dipaksa membajak tanah.

Terlihat Si Manusia duduk bersandar dengan santainya sambil meneguk air kelapa muda di bawah sebuah pohon rindang, sambil sesekali terdengar teriakan memerintah Si Sapi.

Raja Nyamuk kemudian mendekati Si Manusia itu lalu berkata "Wahai sahabatku..tibalah masanya sekarang engkau mengembalikan darah ajaib yang kupinjamkan padamu tiga hari yang lalu".

Akan tetapi Si Manusia pura-pura tak mendengar ucapan Raja Nyamuk sahabatnya, malah seketika berdiri hendak pergi meninggalkan Nyamuk.

Dengan perasaan mulai kecewa Raja Nyamuk pun terbang mendekati telinga Si Manusia. "Tak mungkin kau tak mendengarku..!, hai manusia janganlah kau ingkari janjimu! cepat kembalikan darah ajaibku!"seru nyamuk sambil terbang di telinga manusia.

Berkali-kali nyamuk meneriakkan hal yang sama, namun berulang-ulang pula Si Manusia tak menjawab berpura-pura tak mendengar.

Habis sudah kesabaran nyamuk, ia lalu menggigit pipi Si Manusia berniat mengambil darahnya yang pernah dia pinjamkan tiga hari yang lalu.

Merasa terganggu oleh suara dan gigitan Raja Nyamuk, lalu Si Manusia menghempaskan nyamuk dengan telapak tangannya. Tak khayal tubuh Raja Nyamuk yang kecil itu pun terpental dan hampi pingsan dibuatnya.

Beribu-ribu kali nyamuk berusaha menggigit manusia, beribu-ribu kali pula Si Manusia menghempaskan Raja Nyamuk.

Dengan perasaan terluka dan penuh kekecewaan kemudian Raja Nyamuk pun bersumpah di hadapan Si Manusia sahabatnya dulu.

"Wahai manusia..ingatlah ucapanku ini..kelak keturunan dan anak cucuku akan terus mencarimu untuk menagih janjimu mengembalikan darah ajaibku". Lalu Raja Nyamuk terbang pergi menghilang masuk ke dalam hutan rimba meninggalkan Si Manusia yang menjadi sahabatnya dulu.

Nah, bagus dan lucu bukan cerita di atas, Semoga kamu terhibur dengan membaca cerita-cerita dari ceritasakti.com yaa.. :)

Load comments