Asal Usul Lebah Penghisap Madu: Dongeng Fabel Misi Mencari Obat 7 Bunga (Bagian 1)
Ceritasakti.com - Cerita fabel anak selalu membawa pesan moral dan hiburan yang menarik untuk disimak. Salah satu dongeng fiksi yang mengisahkan tentang perjalanan panjang hewan kecil dalam menemukan penawar penyakit. Inilah kisah asal usul lebah atau tawon penghisap madu.
Bagaimana kisah perjalanan si Tawon menghadapi cobaan penyakit hingga diutus mencari bahan obat langka? Mari ikuti cerita selengkapnya, selamat membaca.
 |
| ilustrasi lebah penghisap madu, ceritasakti.com |
Awal cerita, ketika musim semi tiba tumbuh-tumbuhan di alam semesta ini sama-sama berbunga. Pada masing-masing bunga mengandung cairan, yang disebut madu atau nektar. Meskipun demikian, tak seekor binatang pun suka pada madu itu.
Bersamaan dengan datangnya musim semi, berhembus pula angin dari arah timur. Keadaan cuaca menjadi memburuk sehingga banyak binatang bersayap yang terserang batuk.
Ketika malam telah tiba, hutan menjadi ramai oleh suara batuk mereka. Dalam keadaan seperti itu, Kambing, Lembu, Kerbau dan binatang lainnya merasa terganggu mereka tidak bisa tidur.
"Hai..apakah kalian tidak bisa diam!!" bentak si Kambing. Namun mereka tidak bisa diam karena tidak dapat menahan batuknya.
Sampai pada akhirnya si Lembu berkata kasar, "Hai kaum Tawon, Nyamuk, dan Laron, bukankah kalian punya sayap, terbanglah jauh dari sini, biar kami tidak terganggu!!". Binatang-binatang yang terserang batuk tidak menanggapi perkataan si Lembu.
"Obat apakah kiranya yang bisa menyembuhkan batuk kita ini?" tanya Tawon kepada teman-temannya. "Entahlah,Tawon.Aku sendiri sudah berbulan-bulan menderita batuk." ujar Laron.
Pengasingan Si Tawon dan Misteri Istana Prabu Wicaksana
Setelah seringkali menerima hinaan dari Kambing, Lembu, dan Kerbau, akhirnya Tawon memutuskan untuk pergi mencari tempat lain. Tawon terbang hingga sampai ke puncak pohon.
"Biarlah aku tinggal di sini saja aku bisa batuk sepuas-puasnya tanpa harus di tahan. Tanpa ada seekor binatang lain yang merasa terganggu." kata Tawon. Tapi Nyamuk, Laron dan Kecoak tidak menghiraukan kata-kata kambing. Mereka tetap tinggal di tempatnya.
Meskipun Tawon berada di atas pohon yang tinggi, namun disitu ia tetap terbatuk-batuk. Bahkan batuknya menggema ke seluruh hutan. Semakin ditahan, batuk Tawon makin parah.
Obat apakah kiranya yang manjur untuk menyembuhkan batuknya. "O iya..bukankah dulu semut pernah bilang kalau sedang batuk hendaknya menghisap madu. Namun madu dari bunga apa, kalau sembarang madu nanti keliru" pikir Tawon dalam hati.
Setelah lama berpikir, si Tawon berubah pendirian. "Ah..aku tidak mau tinggal di atas pohon sendirian. Jika aku tidur lalu terjatuh siapa yang menolongku. Jika aku diganggu binatang jahat siapa pula yang menolongku" gumam Si Tawon.
Tiba-tiba dari kejauhan tampaklah olehnya sebuah cahaya, Tawon pun terbang menghampiri cahaya itu. Si tawon menjadi heran.
Cahaya itu berasal dari rumah yang bagus dan besar,"ini rumah siapa, ya. Pemiliknya pasti kaya atau mungkin istana Raja Wicaksana.". Demikian ia berpikir sendirian. Dalam keheningan malam, suara batuk si Tawon memecah kesunyian.
Sementara itu di dalam rumah itu, Raja Wicaksana terganggu mendengarkan suara batuk si Tawon. "Hai pengawal, siapakah yang batuk-batuk di luar. Coba periksalah!" kata sang Prabu.
Pengawal keluar dengan membawa obor. Ia mendatangi suara batuk. Ia menjumpai seekor serangga yang terbatuk-batuk di pohon jambu. "Hai..siapakah kamu!?" tanya pengawal, "Namaku..uhuek..uhueek..Tawon tuan pengawal" jawabnya. "Ooo..si Tawon" Ujar pengawal. Dia lalu kembali menemui sang Prabu Wicaksana.
Titah Sang Raja dan Penawar Rahasia Madu 7 Bunga
Tak lama kemudian pengawal kembali lagi, "wahai si Tawon, sang Prabu Wicaksana memintamu untuk menghadap beliau," "Mengapa dia memanggilku? Apa salahku?" tanya si Tawon. "Entahlah.." jawab pengawal. tawon segera masuk istana menghadap sang Prabu.
"Benarkah kamu tawon?" tanya sang Prabu wicaksana. "Mengapa malam-malam begini kau berkeliaran di sekitar istana?" Si Tawon lalu menceritakan perjalanannya hingga sampai di istana. "Oo..begitu..berapa lama kau sakit batuk?" tanya sang Prabu. "Sudah lama..sang Prabu" jawab Tawon.
Prabu Wicaksana mengangguk-angguk.Ternyata wabah penyakit batuk menyerang siapa saja. Cucunya juga sudah dua bulan ini tak kunjung sembuh. "Tuanku, Tabib yang hendak menyembuhkan sang cucu sudah datang" kata pengawal. "Suruh dia kemari!" perintah sang Prabu.
Pengawal pergi dan segera kembali bersama Tabib. Sang Prabu mengajak tabib untuk memeriksa sang cucu yang menderita batuk. Si Tawon ikut serta. "Sudah berpuluh tabib ku undang kemari, namun mereka tidak mampu menyembuhkan cucuku" kata sang Prabu.
Setelah memeriksa sebentar, sang tabib berkata, "Obat yang dapat menyembuhkan hanyalah air madu dari tujuh jenis bunga". Sang Prabu kemudian memerintahkan Tawon untuk mengumpulkan madu dari tujuh macam bunga. Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya....???
Bersambung...
Pesan Moral & Nilai Edukasi Cerita:
Pentingnya Empati dan Tenggang Rasa: Tindakan Lembu dan Kambing yang mengusir kawanannya yang sedang sakit tidaklah terpuji. Kita hendaknya membantu sesama yang sedang tertimpa musibah, bukan malah mencelanya.
Pantang Menyerah Menghadapi Cobaan: Si Tawon tidak putus asa mencari jalan keluar dari penyakit batuk yang di deritanya hingga akhirnya menemukan titik terang di Istana Prabu Wicaksana.
Tanya Jawab Seputar Cerita (FAQ):
Mengapa tawon/lebah menghisap madu dalam dongeng ini?
Dalam cerita fiksi ini, si Tawon mendapat tugas khusus dari Sang Tabib Kerajaan untuk mengumpulkan air madu dari tujuh jenis bunga guna menyembuhkan penyakit batuk yang menimpa cucu Sang Prabu dan kaum serangga lainnya.
Pesan apa yang ingin disampaikan dari kisah Asal Usul Lebah Penghisap Madu?
Dongeng fabel ini mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, toleransi antar sesama makhluk hidup, serta semangat pantang menyerah dalam mencari solusi atau pengobatan saat tertimpa cobaan.