⏱ Waktu baca: 2 menit
Pasukan Putih Istana Mulut
Ceritasakti.com - Di sebuah Istana Mulut yang bersih dan berseri kisah ini bermula. Istana Mulut memiliki deretan prajurit penjaga berwarna putih bersih.
Nola si gigi geraham berdiri tegap berdampingan bersama Nobi si gigi seri. Mereka bertugas menghancurkan semua makanan yang menembus pintu masuk istana.
"Kita harus selalu mandi dua kali sehari," ucap Nola bersemangat.
"Tentu saja agar baju zirah kita tetap putih berkilau," balas Nobi tersenyum lebar.
Mereka selalu rutin membersihkan diri setiap pagi sebelum beraktivitas. Malam hari sebelum tidur juga menjadi waktu mandi wajib bagi seluruh prajurit istana. Kegiatan ini rutin dan berulang demi menjaga kekuatan pertahanan mereka.
Serangan Air Hujan Hitam
Suatu siang langit Istana Mulut tiba-tiba berubah sangat gelap gulita. Hujan air berwarna hitam pekat turun mengguyur seluruh pasukan penjaga. Air hitam itu ternyata merupakan minuman kopi kesukaan sang pangeran istana.
Noda kecokelatan seketika menempel menutupi permukaan tubuh Nola.
"Aduh.. tubuhku menjadi kotor terkena guyuran cairan pekat ini!" keluh Nola bersedih.
"Air hitam itu membuat baju zirah pelindung kita rusak," tambah Nobi panik ketakutan.
Bintik-bintik kotoran manis itu adalah sarang kuman jahat musuh prajurit gigi. Pasukan putih harus segera mencari bantuan untuk membasmi noda tersebut. Mereka berteriak lalu memanggil bala bantuan pasukan kebersihan.
Bantuan Peri Benang Ajaib
Sisa kotoran lengket itu masih terselip membandel terjepit pada tubuh mereka. Tiba-tiba seutas tali putih bersinar meluncur turun melewati langit-langit istana. Peri Benang terbang datang membawa pertolongan menyelamatkan para prajurit.
"Hai.. Biar aku bersihkan celah sempit di antara tubuh kalian," sapa Peri Benang lembut.
Tali ajaib itu bergerak lincah menarik keluar sisa kotoran membandel. Nola menghela napas panjang merasa sangat lega. Senyum ceria kembali menghiasi wajah kotak si geraham itu.
Tidak ada lagi kotoran tersembunyi penyebab sarang kuman perusak. Celah sempit tubuh mereka terbebas dari ancaman kejahatan.
Pasukan Sikat Elektrik Baru
Selain itu, ada pasukan sikat yang dipimpin Sika setiap hari standby, siap berkeliling ke seluruh Istana Mulut.
Sika, si kakek Sikat Tua kini sudah kelelahan menjalankan tugas rutinnya. Bulu kepalanya sudah berantakan melebar ke segala arah tak beraturan. Pangeran istana akhirnya mendatangkan pasukan sikat baru bermesin elektrik canggih.
Sikat baru itu berputar otomatis membawa gumpalan mint super dingin.
"Wahh.. tubuhku terasa sangat segar dan memancarkan kilau bercahaya!" sorak Nola melonjak gembira.
Busa mint bebas gula itu pun mengembalikan warna putih cemerlang pasukan istana mulut.
Kisah kehidupan prajurit gigi istana mulut ini mengajarkan pentingnya merawat kebersihan tubuh. Kedisiplinan menjaga kesehatan sejak dini akan menjauhkan kita dari segala macam penyakit.
Selesai
