Selasa, 25 Januari 2022

Rusia Ukraina dan Invasi

Ceritasakti.com - Inggris mengatakan Kremlin sedang bersiap untuk melakukan kudeta terhadap Presiden Ukraina dan menggantikannya dengan pemimpin yang Pro Rusia? Para diplomat Amerika Serikat telah bertemu dengan para pemimpin Rusia dalam upaya untuk mencegah pecahnya perang? Hingga Paus Fransiskus juga telah menyerukan Hari Doa Internasional untuk perdamaian di Ukraina?


Inggris telah memperingatkan Ukraina bahwa Rusia merencanakan kudeta dengan memasang penguasa boneka di Kiev yang tidak dikenal rakyat dan dinilai tidak berpengalaman, juga telah adanya banyak penolakan baik di Moskow maupun di Kiev.


Aksi terbaru Inggris yaitu mulai menarik staff kedutaannya di Kiev karena menganggap gerakan invasi bisa terjadi kapan saja begitu pun Amerika melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Inggris.


Dewan keamanan nasional Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan beberapa hari yang lalu bahwa rencana kudeta semacam itu sangat mengkhawatirkan. Rakyat Ukraina memiliki hak berdaulat untuk menentukan masa depan mereka sendiri.


Joe Biden bersama pejabat keamanan nasionalnya mengatakan dia tidak akan mengerahkan pasukannya ke Ukraina untuk berperang disana namun di lain sisi Amerika mengirim rudal dan peralatan lainnya ke Ukraina dengan alasan untuk membantu mereka mempertahankan diri jika terjadi invasi.


Washington pun telah memerintahkan lebih dari 8 ribu tentara yang berbasis di Negeri Paman Sam dalam keadaan siaga tinggi dan NATO mengirim lebih banyak kapal perang dan jet tempur mereka ke negara-negara anggotanya di wilayah Eropa Timur.


Dikabarkan pula selama beberapa bulan terakhir penduduk Kiev telah mempersiapkan pasukan pertahanan teritorial yang terbentuk dari para sukarelawan. Melihat kebelakang memang wilayah ini kenyataannya sudah dalam keadaan ketegangan tinggi sejak tahun 2014 ketika Rusia berhasil menguasai Crimea.


Sekarang ketegangan di kawasan itu malah kian meningkat dengan adanya 100.000 tentara Rusia telah berkumpul di dekat perbatasan Ukraina.


ceritasakti.com


Menjadi tujuan terpenting sekarang apabila melihat dari sudut pandang Rusia yang mungkin mencoba sekuat hati untuk menghindari kemungkinan terjadinya perang saudara berkepanjangan di Ukraina alih-alih hanya inginkan perubahan pemerintahan Kremlin dari semula menentang menjadi yang mendukungnya.


Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa Rusia dan Ukraina sebenarnya adalah satu. Ia mengklaim bahwa salah satu perhatian utamanya adalah perluasan NATO yaitu aliansi negara-negara Eropa, Amerika, Kanada dan banyak negara di Eropa timur yang menjadi anggota NATO setelah Uni Soviet bubar. Vladimir Putin menolak sekaligus menuntut bahwa Ukraina tidak pernah diizinkan untuk bergabung dengan NATO.


Ukraina telah menjadi titik gerbang utama Rusia untuk mengetahui perkembangan negara-negara barat. Setidaknya ada 3 alasan kuat mengapa Rusia sangat fokus mengenai Ukraina.


Sejarah


Vladimir Putin mengatakan Rusia dan Ukraina bagaikan satu orang dengan ruang sejarah yang sama. Dengan terpecahnya Uni Soviet pada tahun 1991 Rusia kehilangan kendali atas 14 wilayah bekas Republik Soviet, tetapi lepasnya Ukraina adalah yang terpahit bagi Rusia. Banyak rakyat Rusia merasakan hubungan erat historis dengan Ukraina bahkan semenjak abad ke-9.


Geopolitik


Sejak perang dingin berakhir NATO telah memperluas wilayah ke Eropa Timur dan menguasai 14 negara baru termasuk negara-negara pecahan bekas Uni Soviet. Sementara Ukraina yang bukan anggota NATO pernah berjanji pada akhirnya mereka akan bergabung kedalam NATO. Janji dibuat semenjak Kiev menggulingkan presiden Pro Rusia pada tahun 2014. Langkah tersebut membuat Ukraina bergerak lebih dekat ke Aliansi Barat apalagi ditambah dengan seringnya Ukraina menggelar latihan militer bersama dengan NATO.


Rusia menilai hubungan Ukraina yang condong pada aliansi barat bisa menjadikannya sebagai landasan peluncuran rudal NATO yang ditargetkan ke wilayahnya. Rusia menginginkan jaminan keamanan dari Aliansi NATO termasuk meminta NATO menolak janji Kiev yang akan bergabung menjadi anggota NATO.


Pola Pikir dan Motivasi


Dalam sebuah wawancara baru-baru ini Vladimir Putin sangat sedih, Ia menilai dengan runtuhnya Uni Soviet sebagai runtuhnya pula sejarah Rusia.


Aliansi Barat pun menerka-nerka tentang mungkinkah Rusia melakukan invasi terhadap Ukraina?. Presiden Putin sebagai pemimpin Rusia memiliki keengganan yang besar apabila terjadinya revolusi di  Ukraina dimana itu bisa mendorong protes di Rusia dan dinilai berpotensi mengancam stabilitas Rusia, jika apa yang di lakukan Ukraina dengan visi pro barat-nya menginspirasi wilayah lainnya di wilayah Rusia.


Beberapa analis dunia berpendapat dengan keberhasilan Rusia memasukkan Crimea dalam kedaulatannya membuat negara itu memandang Ukraina sebagai urusan yang belum selesai dan ingin menyatukan sebagian atau seluruh Ukraina sebagaimana Crimea telah masuk kedalam Rusia.(E/S)